Kamis, 09 Maret 2017

budidaya ubi jalar

BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dapat dipanen pada umur 3 – 8 bulan. Selain karbohidrat, ubijalar juga mengandung vitamin A,C dan mineral serta antosianin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Disamping itu, ubi jalar tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak seperti di indonesia.
Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani. Dengan beragam kekayaan alam Indonesia menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Indonesia juga merupakan negara di urutan ke-3 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dengan banyaknya penduduk di suatu negara maka kebutuhan pangannya semakin meningkat
Di Indonesia, ubi jalar umumnya sebagai bahan pangan sampingan. Sedangkan di Irian Jaya, ubi jalar digunakan sebagai makanan pokok. Komoditas ini ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan tegalan. Luas panen ubu jalar diindonesia sekitar 230.000 ha dengan produktivitas sekitar 10 ton/ha. Padahal dengan teknologi maju beberapa varietas unggul ubi jalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah/ha.
1.2              Tujuan
Tujuan kegiatan paktikum teknik produksi tanaman ubi jalar adalah sebagai berikut :
1.         Mahasiswa dapat mengetahui dan mengamati pertumbuhan tanaman ubi  jalar mulai dari persiapan penanaman hingga panen.
2.         Mahasiswa dapat mengetahui teknik budidaya dan mengidentifikasi hama penyakit pada tanaman ubi jalar secara langsung dilapangan.
3.         Mahasiswa dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ubi jalar.
4.         Sebagai bahan perbandingan antara teori yang didapat dikelas dengan praktikum dilapangan.
Mahasiswa  dapat menganalisis kelebihan dan kelemahan teknis pengelolaan budidaya ubi jalar.
1.3              Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari laporan ini adalah :
-          Dapat menjadi sumber informasi ilmiah bagi mahasiswa jurusan penyuluhan pertanian STPP Bogor.
-          Dapat memberikan informasi bagi mahasiswa dalam mengamati pertumbuhan dan perkembangan hingga panen Ubi jalar melalui teknik budidaya yang diterapkan.





















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1       morfologi Tanaman Ubi Jalar
Gambar.1 Ubi Jalar (Ipomoea batatas.L)

      Ubi jalar atau ketela rambat dengan nama latin Ipomoea batatas . L. merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia, khususnya petani di Jawa Barat. Bagian yang dimanfaatkan adalah bagian akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, ubi jalar merupakan sumber makanan pokok yang penting. Di Asia sendiri ubi jalar selain di manfaatkan umbinya daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Tak sedikit pula tanaman ubi jalar yang dijadikan tanaman hias.
     Tabel berikut ini adalah klasifikasi ilmiah dari tanaman ubi jalar yaitu :
Tabel.1 Taksonomi Tanaman Ubi Jalar
Kingdom   
Plantae
Divisi         
Spermatophyta
Subdivisi   
Angiospermae
Kelas         
Dicotyledone
Ordo          
Convolvulales
Famili        
Convolvulaceae
Genus        
Ipomea
Spesies     
Ipomea batatas L. Sin. Batatas edulis Choisy.
    
     Tanaman ubi jalar ini berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini dapat dibudidayakan melalui stolon atau batang rambatnya. Cara menanamnya mudah, dengan mencangkul lahan yang akan ditanami sehingga stolon atau batang rambatnya mudah dimasukkan ke dalam tanah. Ubi jalar akan tumbuh dengan mudah di lahan yang terkena matahari langsung.
     Pemeliharaan gulma di sekitar tanaman untuk mengurangi persaingan pendapatan unsur hara dari tanah serta pemberian pupuk urea atau pupuk organic akan menambah hasil panen yang lebih bagus. Tanaman ubi jalar ini termasuk tumbuhan semusim yang memiliki susunan tubuh utama terdiri dari batang, ubi, daun, bunga dan buah.

a)      Batang
          Ubi jalar berbatang lunak, tidak berkayu, berbentuk bulat, dan teras bagian tengah bergabus. Batang ubi jalar beruas-ruas dan panjang ruas antara 1-3 cm. setiap ruas ditumbuhi daun, akar, dan tunas atau cabang. Panjang batang utama amat beragam, tergantung pada varietasnya, yakni berkisar 2-3 m untuk varietas ubi jalar merambat dan 1-2 m untuk varietas ubi jalar tidak merambat (bertipe tegak). Diameter batang ubi jalar juga bervariasi, tergantung pada varietasnya, ada yang berukuran besar, sedang, dan kecil. Warna batang ubi jalar bervariasi antara hijau dan ungu.
Description: D:\Memory\gambar tugas\Ubi Jalar\ipobatas03.jpg






Text Box: Gambar.2. Batang Ubi Jalar

b)      Ubi
          Lonjong dengan permulaan yang rata da nada yang tidak rata merupakan bentuk dari ubi dari tanaman ubi jalar. Bentuk ubi yang ideal adalah lonjong agak panjang dengan berat antara 200gr-250gr per ubi. Kulit ubi biasanya berwarna putih, kuning dan ungu kemerahan. Struktur kulit ubi ini antara yang tipis dan yang tebal dan biasanya memiliki getah.
          Umbi tanaman ubi jalar merupakan bagian yang dimanfaatkan untuk bahan makanan. Umbi tanaman ubi jalar memiliki mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Umbi tanaman ubi jalar ini terjadi karena adanya proses diferensiasi akar sebagai akibat terjadinya penimbunan asimilat dari daun yang berbentuk umbi
c)      Daun
          Daun ubi jalar berbentuk bulat hati, bulat lonjong dan bulat runcing, tergantung pada varietasnya. Daun ubi jalar yang berbentuk bulat hati memiliki tepi daun ratya, berlekuk dangkal atau menjari. Daun ubi jalar yang berbentuk bulat lonjong (oval) memiliki tepi daun rata, berlekuk dangkal, atau berlekuk dalam. Sedangkan daun ubi jalar yang berbentuk bulat runcing memiliki tepi daun rata, berlekuk dangkal atau berlekuk dalam. Dalam satu tanaman daun Ubi jalar berjumlah banyak, berwarna hijau tua dan hijau kuning dengan warna tangkai daun dan tulang daun bervariasi sesuai dengan warna batangnya.
d)     Bunga

Description: D:\Memory\gambar tugas\Ubi Jalar\ubi%2Bungu%2B3.jpegText Box: Gambar.3 Bunga Ubi Jalar          Bunga ubi jalar mekar pada pagi hari mulai pukul 04.00-11.00.bila terjadi penyerbukan buatan, bunga akan membentuk buah. Bunga tanaman ubi jalar berbentuk terompet yang panjangnya antara 3-5 cm dan lebar bagian ujung antara 3-4 cm. mahkota bunga berwarna ungu keputih-putihan dan bagian dalam mahkota bunga (pangkal sampai ujung) berwarna ungu muda. Kepala putik melekat pada bagian ujung tangkai putik. Tangkai putik dan kepala putik terletak diatas bakal buah. Di dalam bunga juga terdapat lima buah tangkai sari yang terletak di sekitar tangkai putik. Panjang kelima tangkai sari tersebut berbeda-beda, yakni antara 1,5-2 cm. penyerbukan hanya dapat terjadi jika ada bantuan dari serangga atau angin.

e)      Buah
Buah ubi jalar berbentuk bulat berkotak tiga, berkulit keras, dan berbiji serta akan tumbuh setelah terjadi penyerbukan. Didalam buah banyak berisi biji yang sangat ringan yang dapat digunakan untuk perbanyakan atau pembiakan tanaman secara generatif unutk menghasilkan varietas Ubi jalar yang baru. (Widodo, dalam Juanda Dede dan Bambang Cahyono 2000)
2.2       Varietas
Terdapat 5 varietas unggul yang dilepas sejak tahun 1990 hingga 2001. Varietas-varietas ini selain mempunyai produktivitas tinggi, juga mempunya sifat tahan terhadap hama boleng Cylas formicarius dan penyakit kudis shaceloma batatas.Untuk menjaga potensi hasil, bibit yang ditanam harus berkualitas. Bibit dapat diperoleh dari umbi sehat yang disemai dan kemudian diambil tunasnya 5 varietas ubi jalar antara lain :















BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1       Waktu dan Tempat
Waktu pelaksanaan praktikum dimulai   pada hari Selasa, 18 September 2012 sampai 8 Januari 2013.  Tempat pelaksanaan praktikum adalah lahan praktik hartikultura STPP Bogor Jurusan Penyuluhan Pertanian
3.2       Alat dan Bahan
1.   Alat
 Alat yang digunakan dalam praktikum ini seperti  :
a.         Cangkul
b.        Alat tulis menulis
c.         Parang
d.        Penggaris
e.         Neraca/Timbangan
f.         Meteran
g.        Ember
h.        Kored, dll.
2.    Bahan
       Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum seperti :
a.        Benih ubi jalar varietas Bit, Inul dan Kuning
b.        Ajir
c.         Tali rafia
d.        Pupuk kandang
e.        Pupuk anorganik : Urea, SP36 dan KCL
3.3       Teknik Budidaya
   Kegiatan praktek usaha budidaya tanaman ubi jalar  meliputi kegiatan :
1.        Pemilihan bibit
Bibit  adalah faktor yang penting dalam rangkaian budidaya tanaman karena merupakan awal kehidupan tanaman yang bersangkutan. Bibit yang digunakan dalam kegiatan praktik adalah ubi jalar varietas Bit, Kuning dan Inul. Bibit ubi jalar yang ditanam tidak dilakukan persemaian terlebih dahulu karena bibit hasil stekan yang ditanam langsung ke lapangan.
2.        Pengolahan tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah dan memberantas tumbuhnya gulma serta untuk memberikan kondisi yang lebih baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Pengolahan tanah untuk tanaman dilakukan pada tanggal 18 September 2012.
Penyiapan lahan ditujukan untuk menciptakan media tumbuh yang gembur dan subur. Tanah dan diolah dan dibuat guludan dengan lebar 40 – 60 cm dan tinggi 25- 30 cm.
Ukuran lahan praktikum ubi jalar kelompok II adalah 31,82 m2 (lebar 4,30 meter dan panjang 7,40 meter). Langkah-langkah pelaksanaan pengolahan tanah di lapangan yaitu :
a.         Membersihkan lahan dari rumput-rumput/gulma, dan sisa-sisa tanaman sebelumnya.
b.         Membalikan dan meratakan tanah hasil bajak traktor hingga menjadi gembur.
c.         Membuat selokan ± 25 cm di sekitar lahan supaya air tidak menggenang (drainase baik).
3.        Penanaman
Penanaman ubi jalar dilakukan pada tanggal 25 September 2012. Jarak tanam antar barisan yang digunakan adalah 25 cm. Dengan luas lahan 31,82 m2 maka diperoleh jumlah populasi tanaman ubi jalar adalah :
         Populasi Tanaman      = Luas lahan
                                                            Jarak Tanam
                                             =      8 m2
                                               100 cm x 25 cm

   =   32 tanaman
Pananaman ubi jalar dilakukan di hari yang sama juga dengan tiga tahap sebelumnya penanaman ubi jalar ini ada beberapa tipe yakni

1)      Ditidurkan
Akar akan tumbuh dari ruas sehingga hasilnya akan rata banyak ¾ bagian tanaman ubi jalar tertanam didalam tanah seperti pada gamar di bawah ini
2)       di miringkan
Ujung dari tanaman umbi cenderung lebih besar umbinya 2/4 bagian tanaman ubi jalar terbenam di dalam tanah  seperti pada gamar di bawah ini
3)      di tegakkan
Kemungkinan umbi akan sedikit karena hanya bagian ujungnya saja yang terbenam dalam tanah kira kira tau ± ¼ tanaman ubi jalar yang masuk atau dibenamkan di dalam tanah seperti pada gambar di bawah ini
4.        Pemupukan
Pemupukan diberikan bersamaan dengan penanaman ubi jalar. Pupuk yang diberikan sebagai pupuk adalah : pupuk Urea, Sp36 dan KCl dengan dosis pupuk Urea 100-150 kg/ha untuk 3 kali pemupukan, SP36 100 kg/ha untuk 1 kali pemupukan dan KCL 100  kg/ha untuk 3 kali pemupukan.
5.        Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman ubi jalar  meliputi :
a.    Penyulaman
Penyulaman seharusnya dilakukan pada umur 1 –2 minggu setelah tanam, pada tanggal 2 Oktober 2012. Penyulaman bertujuan untuk menggantikan tanaman yang tidak tumbuh atau mati sehingga populasi yang diharapkan dapat tercapai.
b.    Penyiangan dan pembumbunan
Pada prinsipnya ubi jalar harus bebas dari gulma dan genangan air, karena gulma dan air yang menggenang dapat menekan hasil. Penyiangan bertujuan untuk mengendalikan gulma yang tidak diinginkan. Gulma dapat mulai tumbuh di lahan pada saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam. Untuk itu, supaya pertumbuhan tanaman optimal maka penyiangan dilakukan sesering mungkin dan dilakukan sebelum pemupukan. Selain itu saluran drainase diusahakan agar tetap baik agar produksi baik.
Pembumbuman dilakukan bersamaan dengan  penyiangan dan pemupukan untuk menutup akar di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Pembumbuman dilakukan dengan cara tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan  cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman sehingga terbentuk guludan yang memanjang.
c.     Pengendalian hama dan penyakit
1)   Hama
a)    Penggerek Batang Ubi Jalar
Stadium hama yang merusak tanaman ubi jalar adalah larva (ulat). Cirinya adalah membuat lubang kecil memanjang (korek) pada batang hingga ke bagian ubi. Di dalam lubang tersebut dapat ditemukan larva (ulat).
Gejala: terjadi pembengkakan batang, beberapa bagian batang mudah patah, daun-daun menjadi layu, dan akhirnya cabang-cabang tanaman akan mati.
Pengendalian: (1) rotasi tanaman untuk memutus daur atau siklus hama; (2) pengamatan tanaman pada stadium umur muda terhadap gejala serangan hama: bila serangan hama >5 %, perlu dilakukan pengendalian secara kimiawi; (3) pemotongan dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang berat; (4) penyemprotan insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Curacron 500 EC atau Matador 25 dengan konsentrasi yang dianjurkan.
b)   Hama Boleng atau Lanas
Serangga dewasa hama ini (Cylas formicarius Fabr.) berupa kumbang kecil yang bagian sayap dan moncongnya berwarna biru, namun toraknya berwarna merah. Kumbang betina dewasa hidup pada permukaan daun sambil meletakkan telur di tempat yang terlindung (ternaungi). Telur menetas menjadi larva (ulat), selanjutnya ulat akan membuat gerekan (lubang kecil) pada batang atau ubi yang terdapat di permukaan tanah terbuka.
Gejala: terdapat lubang-lubang kecil bekas gerekan yang tertutup oleh kotoran berwarna hijau dan berbau menyengat. Hama ini biasanya menyerang tanaman ubi jalar yang sudah berubi. Bila hama terbawa oleh ubi ke gudang penyimpanan, sering merusak ubi hingga menurunkan kuantitas dan kualitas produksi secara nyata.
Pengendalian:(1) pergiliran atau rotasi tanaman dengan jenis tanaman yang tidak sefamili dengan ubi jalar, misalnya padi-ubi jalar-padi; (2) pembumbunan atau penimbunan guludan untuk menutup ubi yang terbuka; (3) pengambilan dan pemusnahan ubi yang terserang hama cukup berat; (4) pengamatan/monitoring hama di pertanaman ubi jalar secara periodik: bila ditemukan tingkat serangan > 5 %, segera dilakukan tindakan pengendalian hama secara kimiawi; (5) penyemprotan insektisida yang mangkus dan sangkil, seperti Decis 2,5 EC atau Monitor 200 LC dengan konsentrasi yang dianjurkan; (6) penanaman jenis ubi jalar yang berkulit tebal dan bergetah banyak; (7) pemanenan tidak terlambat untuk mengurangi tingkat kerusakan yang lebih berat.
c)    Tikus (Rattus rattus sp)
Hama tikus biasanya menyerang tanaman ubi jalar yang berumur cukup tua atau sudah pada stadium membentuk ubi. Hama Ini menyerang ubi dengan cara mengerat dan memakan daging ubi hingga menjadi rusak secara tidak beraturan. Bekas gigitan tikus menyebabkan infeksi pada ubi dan kadang-kadang diikuti dengan gejala pembusukan ubi.
Pengendalian: (1) sistem gerepyokan untuk menangkap tikus dan langsung dibunuh; (2) penyiangan dilakukan sebaik mungkin agar tidak banyak sarang tikus disekitar ubi jalar; (3) pemasangan umpan beracun, seperti Ramortal atau Klerat.
2)   Penyakit
a)    Kudis atau Scab
Penyebab:cendawan Elsinoe batatas.
Gejala:adanya benjolan pada tangkai sereta urat daun, dan daun-daun berkerut seperti kerupuk. Tingkat serangan yang berat menyebabkan daun tidak produktif dalam melakukan fotosintesis sehingga hasil ubi menurun bahkan tidak menghasilkan sama sekali.
Pengendalian:(1) pergiliran/rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup penyakit; (2) penanaman ubi jalar bervarietas tahan penyakit kudis, seperti daya dan gedang; (3) kultur teknik budi daya secara intensif; (4) penggunaan bahan tanaman (bibit) yang sehat.
b)   Layu Fusarium
Penyebab: jamur Fusarium oxysporum f. batatas.
Gejala: tanaman tampak lemas, urat daun menguning, layu, dan akhirnya mati. Cendawan fusarium dapat bertahan selama beberapa tahun dalam tanah. Penularan penyakit dapat terjadi melalui tanah, udara, air, dan terbawa oleh bibit.
Pengendalian: (1) penggunaan bibit yang sehat (bebas penyakit); (2) pergiliran /rotasi tanaman yang serasi di suatu daerah dengan tanaman yang bukan famili; (3) penanaman jenis atau varietas ubi jalar yang tahan terhadap penyakit Fusarium.
c)    Virus
Beberapa jenis virus yang ditemukan menyerang tanaman ubi jalar adalah Internal Cork, Chlorotic Leaf Spot, Yellow Dwarf.
Gejala: pertumbuhan batang dan daun tidak normal, ukuran tanaman kecil dengan tata letak daun bergerombol di bagian puncak, dan warna daun klorosis atau hijau kekuning-kuningan. Pada tingkat serangan yang berat, tanaman ubi jalar tidak menghasilkan.
Pengendalian:(1) penggunaan bibit yang sehat dan bebas virus; (2) pergiliran/rotasi tanaman selama beberapa tahun, terutama di daerah basis (endemis) virus; (3) pembongkaran/eradikasi tanaman untuk dimusnahkan.
d)   Penyakit Lain
Penyakit-penyakit yang lain adalah, misalnya, bercak daun cercospora oleh jamur Cercospora batatas Zimmermann, busuk basah akar dan ubi oleh jamur Rhizopus nigricans Ehrenberg, dan klorosis daun oleh jamur Albugo ipomeae pandurata Schweinitz.
Pengendalian:dilakukan secara terpadu, meliputi perbaikan kultur teknik budi daya, penggunaan bibit yang sehat, sortasi dan seleksi ubi di gudang, dan penggunaan pestisida selektif.

6.        Panen
a.         Ciri dan Umur Panen
Tanaman ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya sudah tua (matang fisiologis). Ciri fisik ubi jalar matang, antara lain: bila kandungan tepungnya sudah maksimum, ditandai dengan kadar serat yang rendah dan bila direbus (dikukus) rasanya enak serta tidak berair.
Penentuan waktu panen ubi jalar didasarkan atas umur tanaman. Jenis atau varietas ubi jalar berumur pendek (genjah) dipanen pada umur 3-3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) sewaktu berumur 4,5-5 bulan.
Panen ubi jalar yang ideal dimulai pada umur 3 bulan, dengan penundaan paling lambat sampai umur 4 bulan. Panen pada umur lebih dari 4 bulan, selain resiko serangan hama boleng cukup tinggi, juga tidak akan memberikan kenaikan hasil ubi.
b.         Cara Panen
Tata cara panen ubi jalar melalui tahapan sebagai berikut:
Tentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen.
1)        Potong (pangkas) batang ubi jalar dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan.
2)        Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya.
3)        Ambil dan kumpulkan ubi jalar di suatu tempat pengumpulan hasil.
4)        Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel.
5)        Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secara terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi terluka ataupun terserang oleh hama atau penyakit.
6)        Masukkan ke dalam wadah atau karung goni, lalu angkut ke tempat penampungan (pengumpulan) hasil.
c.         Prakiraan Produksi
Tanaman ubi jalar yang tumbuhnya baik dan tidak mendapat serangan hama penyakit yang berarti (berat) dapat menghasilkan lebih dari 25 ton ubi basah per hektar. Varietas unggul seperti borobudur dapat menghasilkan 25 ton, prambanan 28 ton, dan kalasan antara 31,2-47,5 ton per hektar.
3.4       Pemeliharaan
Pemeliharaan merupakan satu langkah jitu untuk membuat hasil tanaman yang kita tanam optimal dalam hasil produksinya
a.       sanitasi lahan
merupakan suatu kegiatan pembersihan gulma di sekitar lahan atau tanaman  yang bertujuan agar tanaman terhindar dari perebutan unsur hara dengan gulma dan menghindari dari erangan hama.
b.      pemberian pupuk  susulan
pupuk susulan dilakukan  setelah peraradan/pengeprisan guludan dengan jumlah 2/3  dari sisa pemupukan awal.



















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 hasil
Pengamatan pertumbuhan tanaman ubi jalar dilakukan enam kali pada lima sampel tanaman ubi jalar yang sudah dipilih untuk dijadikan sampel pengamatan. Tolak ukur pertumbuhan tanaman ubi jalar diamati dari tinggi tanaman dan jumlah daun yang bertambah setiap minggunya. Waktu pengamatan dimulai pada tanggal 07 Maret – 20 April 2016 yang dilakukan pengamatan setiap satu minggu sekali.
                 Hasil pengamatan pertumbuhan ubi jalar yang mulai ditanam pada tanggal 17 Februari 2016 bisa dilihat di tabel dibawah ini :
Tabel 2. Tabel Hasil Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Ubi Jalar
No
Minggu ke-/Hari/Tanggal
Pengamatan
Sampel Tanaman
Rata-rata
I
II
III
IV
V
1
Minggu II HST
Rabu, 02 Maret 2016
Tinggi tanaman
35
40
39
42
40
38,6
Jumlah daun
1
5
4
1
3
2,8
2
Minggu III HST
Senin, 07 Maret 2016
Tinggi tanaman
46
60
53
63
55
55,4
Jumlah daun
3
7
6
3
6
5
3
Minggu IV HST
Senin, 14 Maret 2016
Tinggi tanaman
79
85
90
110
100
92,8
Jumlah daun
3
10
7
6
7
6,6
4
Minggu V HST
Rabu, 23 Maret 2016
Tinggi tanaman
85
100
95
115
110
101
Jumlah daun
4
10
9
7
8
7,6
5
Minggu VI HST
Rabu, 30 Maret 2016
Tinggi tanaman
135
81
97
170
170
130,6
Jumlah daun
8
10
10
7
9
8,8
6
Minggu VII HST
Rabu, 06 April 2016
Tinggi tanaman
140
82
100
175
180
135,4
Jumlah daun
8
10
11
8
10
9,4
Keterangan : tinggi tanaman dalam bentuk cm

Dari rata-rata pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun pada tabel dapat dibuat grafik pertumbahan.


Gambar. 1. Grafik Pertumbuhan Tanaman Ubi Jalar
                 Berdasarkan hasil pengamatan pada tabel dan grafik, dapat diketahui pada pengamatan pertama pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun masih sedikit namun tetap normal hal tersebut terkait dengan usia tanaman yang baru memasuki usia dua minggu.
5.2 Pembahasan
Dari sampel pada tabel dapat diketahui bahwa tanaman dengan batang lebih tinggi/panjang cenderung memiliki daun lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman yang memiliki batang lebih tinggi/panjang. Pertumbuhan tanaman terlihat normal dengan adanya peningkatan tinggi/panjang batang di setiap pengamatan berikutnya. Tinggi tanaman dan jumlah cabang yang bertambah menandakan  tanaman ini sehat dan bagus namun dilihat dari hasil pengamatan ada satu sampel yang mengalami penurunan hal  ini dikarenakan sampel terkena hama sehingga membuat tanaman terputus seperti di gigit tikus.





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  kesimpulan
            Berdasarkan hasil pengamatan, dapat diketahui pada pengamatan pertama pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun masih sedikit namun tetap normal hal tersebut terkait dengan usia tanaman yang baru memasuki usia dua minggu.tanaman dengan batang lebih tinggi/panjang cenderung memiliki daun lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman yang memiliki batang lebih tinggi/panjang. Pertumbuhan tanaman terlihat normal dengan adanya peningkatan tinggi/panjang batang di setiap pengamatan berikutnya. Tinggi tanaman dan jumlah cabang yang bertambah menandakan  tanaman ini sehat dan bagus namun dilihat dari hasil pengamatan ada sampel yang mengalami penurunan hal  ini dikarenakan sampel terkena hama sehingga tanaman terputus tidak ada batang dan daun muda seperti di gigit tikus.
5.2 saran
            Budidaya ubi jalar sangatlah mudah tapi harus benar benar dalam pemeliharaan nya dan pemupukannya. Dan banyak hal pula yang tidak terlaksanakan dengan baik dalam kegiatan budidaya dan pengamatan  ini , sehingga hasil dari pengamatan dan budidaya kurang begitu baik.  Untuk terwujudnya hasil budidaya dan pengamatan yang jauh lebih baik,penulis menyarankan :
-            Kekompakan kelompok
-            Bertanggung jawab





Tidak ada komentar:

Posting Komentar