Kamis, 09 Maret 2017

identifikasi adopter di kelompoktani sri harapan



Identifikasi Adopter Terhadap Inovasi Yang Disampaikan
Adopter yang ada di kelompok tani Sri harapan disimpulkan termasuk ke dalam kategori/ golongan pengetrap akhir (Late Majority) karena dari hasil wawancara saya langsung dengan beliau, mempunyai ciri-ciri yang sama dengan golongan pengetrap akhir seperti:
1)      umur relatif tua (di atas 45 tahun) adopter yang saya wawancara mengaku berumur 56 tahun.
2)      Lambat menerima inovasi yang diberikan, dia beranggapan bahwa sistem jarwo atau dalam bahasa petani disebut lorong itu sukar dilakukan dilapangan
3)      Status pendidikan hanya tamatan SD
4)      Hubungan dengan dunia luar masih sangat minim
Proses mengadopsi suatu inovasi yang dilakukan oleh pa cawi ini tidak sama dengan tahapan adopsi yang di sampaikan oleh dosen di kelas dari mulai tahap kesadaran (awareness), tahap minat (interesst), tahap penilaian (evaluation), mencoba (trial), lalu sampai pada tahap yang terakhir yaitu tahap adopsi (adoption). Namun tahapan yang dilakukan oleh pa cawi dalam mengadopsi suatu inovasi dimulai dari:
1)      Tahap Minat (Interest)
Bahwa adopter ini mulai muncul rasa minat akan  inovasi tentang jajar legowo yang disuluhkan oleh penyuluh yangada di wilayah tersebut, yang ditandai dengan adanya kontak petani dengan sumber informasi bahwa adopter ini mulai mencari informasi tentang jajar legowo secara detail,
2)      Tahap Penilaian (Evaluation)
Adopter ini menilai tentang sistem tanam jajar legowo ini apakah baik atau buruk jika diterapkan dalam usaha taninya, adopter juga memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya baik dari aspek ekonomi contohnya benih yang digunakan dan aspek sosial budaya contohnya kondisi sosial yang ada di masyarakat, adopter juga menilai dari tujuan usaha taninya dalam melakukan usaha taninya bertujuan ingin mendapatkan keuntunga yang besar dengan biaya sekecil mungkin jadi adopter beranggapan bahwa jika menerapkan jajarlegowo akan mengurangi ongkos produksi.
3)      Tahap Mencoba (Trial)
Setelah adopter berminat dan menilai suatu inovasi yang disuluhkan oleh penyuluh, adopter mulai mencoba suatu inovasi yang diberikan pada usaha taninya namun adopter mencobanya dalam skala kecil. menurut pa cawi sebagai adopter ia mencoba lahan sawahnya sekitar 100 m2 dari total luas lahan yang dimilikinya sekitar 3500 m2 karena ia beranggapan bahwa dalam skala kecil ini sebagai perbandingan antara sistem tanam menggunakan jajar legowo dengan sistem tanam biasa yang dilakukannya.

4)      Tahap Adopsi (Adoption)
Setelah adopter melakukan pengamatan dan uji coba sendiri kemudian adopter ini membuat keputusan apakah menerima atau menolak. yang dilakukan pa Cawi sebagai adopter tersebu tidak melanjutkan suatu inovasi yang diberikan oleh penyuluh dan dilaksanakannya sendiri. Adopter beranggapan bahwa jika sistem tanam jajar legowo diterapkan dalam  usahanya justru akan menambah ongkos produksinya dan susah dilakukan.
Proses tahapan adopsi:
dipikirkan menggunakan akal / pikirannya
                    dirasakan menggunakan hati / perasaan
      menolak             pengambilan keputusan            menunda
  
                                               menerima
          Tidak
   Melanjutkan                       konfirmasi

                                       melanjutkan adopsi

Proses difusi suatu inovasinya si adopter tersebut menyebarkan informasi tentang suatu inovasi yang telah diberikan bahwa sistem tanam jarwo terlalu susah dilakukan atau diterapkan dalam budidaya mereka, karena memerlukan biaya yang besar dalam proses penanaman sebab orang yang menanam padi atau tandur ini meminta bayaran yang lebih dari biasanya, sementara hasil yang didapatkan dengan sistem tanam jajar legowo sama dengan sistem tanam yang mereka lakukan biasanya. Jadi enggan untuk melakukan sistem tersebut pada musim tanam berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar