Identifikasi Adopter Terhadap Inovasi Yang Disampaikan
Adopter yang ada di kelompok tani
Sri harapan disimpulkan termasuk ke dalam kategori/ golongan pengetrap akhir
(Late Majority) karena dari hasil wawancara saya langsung dengan beliau,
mempunyai ciri-ciri yang sama dengan golongan pengetrap akhir seperti:
1) umur
relatif tua (di atas 45 tahun) adopter yang saya wawancara mengaku berumur 56
tahun.
2) Lambat
menerima inovasi yang diberikan, dia beranggapan bahwa sistem jarwo atau dalam
bahasa petani disebut lorong itu sukar dilakukan dilapangan
3) Status
pendidikan hanya tamatan SD
4) Hubungan
dengan dunia luar masih sangat minim
Proses mengadopsi suatu inovasi
yang dilakukan oleh pa cawi ini tidak sama dengan tahapan adopsi yang di
sampaikan oleh dosen di kelas dari mulai tahap kesadaran (awareness), tahap
minat (interesst), tahap penilaian (evaluation), mencoba (trial), lalu sampai
pada tahap yang terakhir yaitu tahap adopsi (adoption). Namun tahapan yang
dilakukan oleh pa cawi dalam mengadopsi suatu inovasi dimulai dari:
1) Tahap Minat
(Interest)
Bahwa adopter
ini mulai muncul rasa minat akan inovasi
tentang jajar legowo yang disuluhkan oleh penyuluh yangada di wilayah tersebut,
yang ditandai dengan adanya kontak petani dengan sumber informasi bahwa adopter
ini mulai mencari informasi tentang jajar legowo secara detail,
2) Tahap Penilaian
(Evaluation)
Adopter ini
menilai tentang sistem tanam jajar legowo ini apakah baik atau buruk jika
diterapkan dalam usaha taninya, adopter juga memperhitungkan keuntungan dan
kerugiannya baik dari aspek ekonomi contohnya benih yang digunakan dan aspek
sosial budaya contohnya kondisi sosial yang ada di masyarakat, adopter juga
menilai dari tujuan usaha taninya dalam melakukan usaha taninya bertujuan ingin
mendapatkan keuntunga yang besar dengan biaya sekecil mungkin jadi adopter
beranggapan bahwa jika menerapkan jajarlegowo akan mengurangi ongkos produksi.
3) Tahap
Mencoba (Trial)
Setelah
adopter berminat dan menilai suatu inovasi yang disuluhkan oleh penyuluh,
adopter mulai mencoba suatu inovasi yang diberikan pada usaha taninya namun
adopter mencobanya dalam skala kecil. menurut pa cawi sebagai adopter ia
mencoba lahan sawahnya sekitar 100 m2 dari total luas lahan yang
dimilikinya sekitar 3500 m2 karena ia beranggapan bahwa dalam skala
kecil ini sebagai perbandingan antara sistem tanam menggunakan jajar legowo
dengan sistem tanam biasa yang dilakukannya.
4) Tahap
Adopsi (Adoption)
Setelah
adopter melakukan pengamatan dan uji coba sendiri kemudian adopter ini membuat
keputusan apakah menerima atau menolak. yang dilakukan pa Cawi sebagai adopter
tersebu tidak melanjutkan suatu inovasi yang diberikan oleh penyuluh dan
dilaksanakannya sendiri. Adopter beranggapan bahwa jika sistem tanam jajar
legowo diterapkan dalam usahanya justru
akan menambah ongkos produksinya dan susah dilakukan.
Proses tahapan adopsi:
Tidak
melanjutkan adopsi
Proses
difusi suatu inovasinya si adopter tersebut menyebarkan informasi tentang suatu
inovasi yang telah diberikan bahwa sistem tanam jarwo terlalu susah dilakukan
atau diterapkan dalam budidaya mereka, karena memerlukan biaya yang besar dalam
proses penanaman sebab orang yang menanam padi atau tandur ini meminta bayaran
yang lebih dari biasanya, sementara hasil yang didapatkan dengan sistem tanam
jajar legowo sama dengan sistem tanam yang mereka lakukan biasanya. Jadi enggan
untuk melakukan sistem tersebut pada musim tanam berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar